Sabtu, 13 April 2013

Seperti apa yang telah dikatakan seorang kakek kepada saya


Semasa masih anak-anak saya sering mendengar cerita dari kedua orang tua ketika mereka masuk ke dalam hutan, ya namanya juga masih anak-anak jadi ketika mendengar dari cerita-cerita yang saya dengar itu seperti sebuah dongeng pengantar tidur, dari cerita hal-hal yang unik, lucu hingga ke hal yang menyeramkan. Sedikit bertanya-tanya dalam hati? Apa yang membuatnya menarik ketika berada didalam hutan. Hmhm…
Hal yang membuatnya menarik ketika berada didalam hutan ialah kita bisa melihat bahkan menemukan berbagai jenis (flora & fauna) tanaman dan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, maupun hewan seperti ; burung, kupu-kupu, babi hutan, orangutan dll. Yang hidup bebas berkeliaran dihutan, kenapa demikian? Pertanyaan yang bodoh, (yang terbenak didalam pikiran ku) karena kita semua tahu Hutan merupakan salah satu sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Hutan juga menjadi bagian terpenting yang tak dapat dipisahkan dan tergantikan dalam menunjang kelangsungan hidup dan ekosistemnya. Tapi sekarang ketika mendengar cerita atau melihat berita di TV, apa yang telah kudengar seperti dongeng pengantar tidur (cerita dari kedua orang tua) berubah menjadi mimpi buruk yang tak akan membuat aku terlelap tetapi justru terjaga, hal yang unik ketika kita masuk kedalam hutan ialah kita akan dikejutkan dengan maraknya pembalakan liar (illegal logging) menyusul diubahnya hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Dan yang lucunya lagi karena untuk memenuhi permintaan global akan kayu, kertas dan kelapa sawit. Bagaimana dengan tanaman seperti kakao, kopi, cengkeh, karet dan tanaman padi yang harus lebih ditingkatkan produksinya untuk keperluan dan kebutuhaan dalam negeri, misalkan memberi subsidi yang harus jadi proritas demi kemakmuran untuk para petani itu sendir, biar nggak ada import lagi (sedikit candaan dalam hati). Hingga sampai ke hal-hal yang menyeramkan seperti banjir, tanah longsor, binatang-binatang yang masuk kepemukiman warga, bahkan ada binatang yang sampai dibunuh (orangutan) atas dasar defensif berdalih sebagai hama yang merusak di sebuah areal konsesi perkebunan salah satu perusahaan swasta. Harapan itu selalu ada mungkin semasa kecil kata-kata Go Green itu jarang terdengar tapi sekarang ajakan “mari hidup hijau”, dengan arti mari kita hidup lebih ramah lingkungan dan berbuat sesuatu yg baik-baik untuk bumi. Go green ini bertujuan agar manusia-manusia lebih mengurangi perilaku-perilaku yg mencemarkan/merusak alam, dan menghimbau manusia-manusia untuk berbuat kebaikan bagi alam. Seperti apa yang telah dikatakan seorang kakek kepada saya, “pada saat ini kita bisa melihat seekor orangutan, tapi ketika hutan kita dirusak kasihan anak cucu kita kelak apa yang hendak mereka ketahui dan pelajari (flora dan fauna) ketika semuanya binasa”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar